Festival Hari Nelayan Ujunggenteng ke-60, Tradisi Pesisir Jadi Magnet Pariwisata Sukabumi

SUKABUMI – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Hal ini tercermin dalam unggahan akun Gurilapss Sukabumi yang mengumumkan pelaksanaan Festival Budaya Hari Nelayan Ujunggenteng ke-60 pada 8–14 Juni 2026, dengan puncak acara pada 14 Juni.

Festival yang telah berlangsung lebih dari setengah abad ini menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Sukabumi. Rangkaian kegiatan yang digelar mencakup turnamen voli, seni budaya dan wayang golek, tabligh akbar, hiburan rakyat, larung saji sebagai wujud syukur kepada laut, trek pantai khas Ujunggenteng, hingga sunatan massal.

Unggahan Gurilapss menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk cinta masyarakat kepada laut, budaya, dan warisan leluhur. Dengan tema “Larung Rasa, Ngajaga Pasisian, Ngamumule Budaya Karuhun”, masyarakat diajak untuk hadir, meramaikan, dan merasakan langsung pesona budaya pesisir Sukabumi.

Festival Hari Nelayan Ujunggenteng menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Sukabumi tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi larung saji dan kegiatan lainnya memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata yang unik dan berkelas.

Semangat ini sejalan dengan visi Sukabumi Mubarokah: maju, unggul, berbudaya, dan berkah. Dengan dukungan Dinas Pariwisata dan kolaborasi masyarakat, festival ini diharapkan mampu memperkuat posisi Sukabumi di panggung pariwisata dunia. Budaya yang lestari, alam yang terjaga, dan masyarakat yang sejahtera menjadi fondasi bagi Sukabumi untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan membanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *