SUKABUMI, – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyambut Hari Peringatan Konferensi Meja Bundar yang jatuh pada tanggal 23 Agustus.
KMB merupakan perundingan antara Indonesia dan Belanda yang berlangsung pada 23 Agustus hingga 2 November 1949 di Den Haag. Hasil dari KMB adalah pengakuan kedaulatan Indonesia secara de jure oleh Belanda. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa diplomasi dan hukum adalah jalan penting dalam memperjuangkan kepentingan bangsa.
Memaknai semangat KMB, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi berkomitmen menerapkannya dalam pembangunan sektor perikanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan diplomasi ekonomi untuk memperluas pasar produk perikanan Sukabumi, serta penegakan regulasi agar tercipta kepastian usaha bagi nelayan dan pembudidaya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menyampaikan pernyataan singkat dalam menyambut peringatan ini.
“Selamat Hari Peringatan KMB. Mari kita jadikan semangat diplomasi dan hukum sebagai bekal membangun perikanan Sukabumi yang lebih baik,” ujar Sri Padmoko.
Semangat Sukabumi Mubarokah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah menjadi landasan Dinas Perikanan dalam menjalankan program.
Maju diwujudkan dengan membuka akses pasar baru untuk produk olahan ikan Sukabumi melalui jejaring dan kerja sama.
Unggul dengan menghadirkan regulasi yang adil dan melindungi pelaku usaha perikanan.
Berbudaya dengan terus mengangkat produk perikanan khas Sukabumi sebagai identitas daerah.
Berkah karena dengan pasar yang terbuka dan hukum yang pasti, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat.
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi optimis, dengan meneladani semangat diplomasi KMB dan menjunjung tinggi hukum, sektor perikanan di Kabupaten Sukabumi akan terus tumbuh dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.






