Skrikandinews.com, Ambon, TNI AL – Upaya memperkuat pengamanan jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Kantor Staf Kepresidenan RI (KSP) ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX.
Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, M.Si., (Han)., M.Tr. Opsla., menyambut langsung kedatangan Dr. Heru Kresnha Reza beserta rombongan di Lobby Mako Kodaeral IX, Selasa (2/12/2025). Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang rapat koordinasi lintas lembaga yang melibatkan Kodaeral IX, Guspurla Koarmada III, serta Bakamla Zona Maritim Timur.
Fokus pada ALKI-III
Dalam pertemuan tersebut, KSP menerima paparan terkait pelaksanaan Operasi Laut Pengamanan ALKI III. Jalur laut ini dikenal sebagai salah satu dari tiga ALKI yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dengan cabang-cabangnya—ALKI III-A, III-B, III-C, dan III-D—jalur ini melintasi perairan strategis di timur Indonesia, seperti Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, hingga Laut Sawu.
Posisi ALKI III sangat vital bagi pelayaran internasional dan perdagangan, menghubungkan Australia, Filipina, dan Jepang. Namun, potensi ancaman, gangguan, serta hambatan di jalur ini juga besar, sehingga diperlukan armada yang kuat dan koordinasi lintas lembaga untuk menjaga stabilitas keamanan maritim.
Komitmen Kodaeral IX
Rapat koordinasi ini menjadi langkah pemantapan sistem pertahanan dan keamanan maritim di zona timur, khususnya menghadapi ancaman dan tantangan di ALKI III.
Dalam kesempatan itu, Wadan Kodaeral IX menegaskan kesiapan penuh jajarannya.
“Tentunya kami dari Kodaeral IX akan selalu mendukung tugas operasional dalam hal pengamanan wilayah ALKI III,” ujar Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi.
Kunjungan kerja ini sekaligus mempererat silaturahmi kelembagaan antara Kodaeral IX dan Kantor Staf Kepresidenan RI, memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Sumber: (Dispen Kodaeral IX)






