Sri Padmoko: Dari Ombak ke Nada, Sukabumi Bergerak dalam Harmoni Perikanan Mengabdi

SkriKandiNews.Com

SkriKandiNews.Com, Sukabumi, 9 Maret 2026 — Dalam semangat memperingati Hari Musik Nasional, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha kelautan dan perikanan yang terus menjaga irama kehidupan pesisir dengan semangat kerja, ketertiban, dan keberkahan.

Kepala Dinas Perikanan Sukabumi, Sri Padmoko A.Pi., M.P., menyampaikan bahwa musik bukan hanya soal nada, tetapi juga tentang harmoni, keteraturan, dan semangat kebersamaan—nilai-nilai yang sangat relevan dalam pengelolaan sumber daya laut dan darat.

“Musik mengajarkan kita untuk bergerak dalam irama yang teratur dan saling melengkapi. Begitu pula tata kelola perikanan: harus tertib, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi semua. Ketika nelayan, pembudidaya, dan pemerintah menyatu dalam satu irama, maka Sukabumi Mubarokah bukan sekadar harapan, tapi kenyataan,” ujar Sri Padmoko.

Sejarah Hari Musik Nasional

Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret sebagai bentuk penghormatan terhadap Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Penetapan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013, yang menegaskan bahwa musik adalah ekspresi budaya universal dan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Musik dipandang sebagai instrumen pemersatu bangsa, penguat identitas budaya, dan pilar penting dalam industri kreatif.

Musik Kehidupan di Laut Sukabumi

Dinas Perikanan Sukabumi mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk menjadikan Hari Musik Nasional sebagai pengingat bahwa kehidupan di laut pun memiliki musiknya sendiri—dari suara ombak, semangat nelayan, hingga tawa anak-anak pesisir yang bermain di dermaga.

“Mari kita jaga irama laut, irama kerja, dan irama kebersamaan. Karena ketika semua bergerak dalam harmoni, maka keberkahan akan hadir di setiap sudut Sukabumi,” tutup Sri Padmoko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *