Anggota Komisi V DPR desak Kemenhub investigasi KM Virgo Transport 8 soal alarm dan pelampung tidak sesuai penumpang

DPR RI9 Views

JAKARTA, – Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti sampaikan rasa duka mendalam atas musibah terbaliknya Kapal Motor KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Kapal alami kecelakaan pada hari Minggu 13 September 2026 pukul 01.30 WIB. Selanjutnya Novita minta Kementerian Perhubungan segera investigasi menyeluruh.

Novita sampaikan pernyataan di Jakarta pada hari Senin 14 September 2026 pukul 10.00 WIB. Ia tekankan pentingnya keselamatan penumpang dan awak kapal sebagai prioritas utama. Selain itu ia soroti dugaan alat keselamatan tidak berfungsi.

Gerindra Sampaikan Duka Mendalam Untuk Korban KM Virgo Transport 8

Novita Wijayanti tunjukkan empati besar untuk keluarga korban. Ia sebagai legislator Fraksi Partai Gerindra di bawah Pimpinan Presiden Prabowo Subianto langsung respon cepat musibah laut ini. Ia harap tim SAR bergerak cepat dan beri pertolongan terbaik.

“Saya menyampaikan duka yang mendalam kepada para keluarga korban atas musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8. Keselamatan dan penanganan terhadap para penumpang serta awak kapal harus menjadi prioritas utama,” kata Novita dalam keterangannya, di Jakarta, Senin 14 September 2026.

Dengan demikian pernyataan duka ini jadi bentuk tanggung jawab wakil rakyat. Komisi V DPR RI memang membidangi perhubungan. Oleh karena itu Novita anggap keselamatan transportasi laut tidak bisa tawar.

Selain itu Novita juga ingatkan semua pihak agar fokus pada penyelamatan. Kemudian ia minta publik sabar menunggu hasil investigasi resmi. Sementara itu keluarga korban butuh kepastian informasi.

Minta Kemenhub Investigasi Kelayakan Kapal Dan Alat Keselamatan

Novita minta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub turun tangan. Ia nilai investigasi tidak hanya cari penyebab tenggelam. Investigasi juga harus pastikan kelayakan armada dan standar keselamatan berjalan.

Informasi awal sebut alarm bahaya tidak berfungsi. Selain itu jumlah pelampung juga tidak sesuai daftar penumpang. Oleh karena itu Novita desak investigasi serius dan transparan.

“Ini harus diinvestigasi secara serius. Mulai dari kelayakan kapal, berfungsinya alarm bahaya, ketersediaan alat keselamatan, hingga jumlah pelampung harus dipastikan sesuai dengan kapasitas dan jumlah penumpang yang diangkut,” tegas legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Dengan temuan dugaan tersebut, publik tentu khawatir. Selanjutnya Kemenhub perlu buka data kelaikan kapal secara jujur. Sementara itu operator kapal harus tunjukkan bukti perawatan rutin.

Pemeriksaan Kelaikan Kapal Tidak Boleh Hanya Administratif

Novita tegaskan armada laut yang angkut masyarakat dalam jumlah besar wajib penuhi standar keselamatan sebelum beroperasi. Ia kritik praktik pemeriksaan yang hanya berorientasi administratif. Pemeriksaan harus pastikan perangkat keselamatan dan kondisi teknis kapal berfungsi baik.

Kader dari Partai Gerindra dibawah Pimpinan Presiden Prabowo Subianto ini juga menekankan, armada transportasi laut yang mengangkut masyarakat dalam jumlah besar wajib memenuhi seluruh standar keselamatan dan kelayakan sebelum diizinkan beroperasi.

“Jangan sampai setelah terjadi musibah baru ditemukan adanya persoalan terkait alat keselamatan atau kelayakan armada,” ucapnya.

“Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkala, sehingga kapal yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan,” tambahnya.

Oleh karena itu Novita dorong sistem pengawasan berkala. Kapal harus jalani uji teknis menyeluruh tiap periode. Selain itu petugas harus cek langsung fungsi alarm, sekoci, dan pelampung. Dengan cara ini risiko kecelakaan bisa tekan.

Kemenhub Harus Perkuat Pengawasan Armada Penumpang Antar Pulau

Novita minta Kemenhub perkuat pengawasan seluruh armada angkutan penumpang. Fokus utama tertuju pada kapal yang layani rute antar pulau dan angkut masyarakat dalam jumlah besar. Kapal jenis ini punya risiko tinggi.

Untuk itu, Novita meminta Kementerian Perhubungan memperkuat pengawasan terhadap seluruh armada angkutan penumpang, terutama kapal yang melayani rute antarpulau dan mengangkut masyarakat dalam jumlah besar.

Selanjutnya pengawasan butuh sinergi antara Kemenhub, KSOP, dan operator pelayaran. Kemudian petugas harus berani larang kapal tidak layak berlayar. Sementara itu masyarakat juga perlu lapor kalau lihat pelanggaran keselamatan.

Hasil Investigasi Harus Jadi Evaluasi Nasional

Novita harap investigasi KM Virgo Transport 8 berjalan transparan, objektif, dan komprehensif. Hasil investigasi harus jadi bahan evaluasi untuk perbaiki sistem pengawasan dan keselamatan pelayaran nasional.

“Semoga seluruh proses penanganan musibah ini berjalan dengan baik. Kita berharap para penumpang dan awak kapal dapat segera mendapatkan pertolongan dan penanganan terbaik,” papar Ketua Umum PP PIRA tersebut.

“Pada saat yang sama, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkas Novita.

Dengan demikian harapan besar tertuju pada Kemenhub. Investigasi menyeluruh akan cegah kejadian serupa terulang. Oleh karena itu semua pihak harus dukung proses penanganan dan investigasi sampai tuntas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *