Capaian 2 Tahun Prabowo di Dunia Pendidikan, Ribuan Sekolah Diperbaiki dan Ratusan Ribu Kelas Go Digital

 

Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026 – Pemerintah pusat terus menggenjot mutu pendidikan nasional dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Fokus utama pemerintah terletak pada dua program besar, yakni revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi proses pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa dua program tersebut saling berkaitan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan pembangunan fisik dan teknologi sebagai tujuan akhir.

“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujar Mu’ti.

Selain itu, ia juga menambahkan pernyataan terkait pemanfaatan teknologi di kelas.

“Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” ujar Mu’ti.

Capaian Revitalisasi Lampaui Target Awal

Kemudian, data Kemendikdasmen mencatat hasil yang signifikan sepanjang tahun 2025. Pada periode tersebut, program revitalisasi menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Angka tersebut melampaui target awal pemerintah yang hanya menyasar 10.440 satuan pendidikan.

Oleh karena itu, manfaat program ini sangat luas. Lebih dari 4,2 juta peserta didik di 38 provinsi dan 514 kabupaten kota merasakan dampak langsung dari perbaikan sarana dan prasarana. Lingkungan belajar menjadi lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Di sisi lain, program ini juga mendorong roda ekonomi daerah. Pemerintah melibatkan pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal dalam setiap proses pembangunan. Dengan demikian, pembangunan sekolah juga membuka lapangan kerja baru di daerah.

Target Puluhan Ribu Sekolah Pada Tahun 2026

Selanjutnya, pemerintah memperluas sasaran pada tahun 2026. Pemerintah memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah yang terdampak bencana.

Adapun total sasaran revitalisasi pada tahun 2026 mencapai 51.744 satuan pendidikan. Rinciannya terdiri atas 11.744 satuan pendidikan melalui pagu awal dan 40.000 satuan pendidikan tambahan dalam dua tahap penyaluran.

Sementara itu, pemerintah menargetkan program ini berdampak pada 8.453.369 siswa. Sebaran siswa tersebut mencakup 38 provinsi, 514 kabupaten kota, dan 6.481 kecamatan. Hingga tanggal 28 September 2026, pemerintah sudah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 38.586 satuan pendidikan.

Ratusan Ribu Sekolah Terima Perangkat Digital

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga memperkuat aspek teknologi. Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen mendorong pemanfaatan teknologi secara merata di ruang kelas.

Berdasarkan laporan September 2026, sekitar 289 ribu satuan pendidikan sudah menerima perangkat digitalisasi pembelajaran sejak tahun 2025. Perangkat tersebut meliputi Papan Interaktif Digital atau interactive flat panel, laptop, dan perangkat penyimpanan eksternal.

Namun, pemerintah menyadari bahwa penyediaan alat saja tidak cukup. Oleh karena itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan listrik, jaringan internet, dan peningkatan kapasitas guru. Tujuannya agar guru dan siswa memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Dengan demikian, revitalisasi dan digitalisasi berjalan beriringan. Revitalisasi menyediakan ruang belajar yang layak, sedangkan digitalisasi menghadirkan metode belajar yang lebih kreatif dan interaktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *