SkrikandiNews.Com – Sukabumi — Libur Lebaran 2026 jadi momen manis buat pariwisata Kabupaten Sukabumi. Data resmi nunjukin semua destinasi wisata unggulan aman terkendali, tanpa ada kecelakaan fatal alias zero accident. Meski begitu, urusan sampah masih jadi PR besar yang lagi disorot buat dibenahi ke depan.
Kepala Dinas Pariwisata Sukabumi, Ali Iskandar, bilang kalau keselamatan pengunjung jadi patokan utama keberhasilan pengelolaan wisata tahun ini. Ada beberapa kejadian kecil kayak cedera ringan di Geyser Cisolok, tapi langsung ditangani di tempat dan pengunjung dapat santunan. “Alhamdulillah nggak ada kecelakaan berat, semua bisa di-handle cepat,” jelasnya.
Selain aman, jumlah wisatawan juga naik drastis. Diskon tiket masuk 50 persen bikin tarif cuma Rp6.000 per orang, dan itu sukses narik ribuan pengunjung. Catatan resmi nunjukin ada 25.664 orang yang datang ke enam destinasi antara 23–26 Maret 2026. Geyser Cisolok jadi yang paling rame dengan 8.130 pengunjung, disusul Pantai Minajaya, Curug Cikaso, Pondok Halimun, Curug Sodong, dan Cinumpang.
Pendapatan dari tiket tembus Rp153,9 juta, dengan Rp25,6 juta dialokasikan buat premi asuransi pengunjung. Langkah ini dianggap penting buat jamin keselamatan sekaligus perlindungan hukum bagi wisatawan.
Meski angka kunjungan dan keamanan oke, masalah sampah masih jadi tantangan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, nyorot sistem pengelolaan yang masih konvensional. Ali Iskandar bilang ke depan tiap destinasi harus punya pengolahan sampah mandiri biar nggak semua dibuang ke TPA. Targetnya jelas: zero waste.
Pemkab Sukabumi juga janji bakal ngerapihin kawasan wisata, termasuk Palabuhanratu, biar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Harapannya, pariwisata Sukabumi nggak cuma jadi destinasi massal, tapi naik kelas jadi wisata yang berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan.












