Pemotohan Hewan Kurban di Kantor Pusat, Kader Gerindra Teladani Prabowo dalam Tradisi Berbagi Hewan Kurban

News30 Views

Jakarta — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terus memperkuat tradisi berbagi kepada masyarakat melalui penyaluran hewan kurban pada momentum Iduladha 2026.

Semangat tersebut disebut menjadi bagian dari keteladanan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat bahkan hewan kurban yang sudah didata dari 19 provinsi menjacai 5.200 dan diprediksi akan terus bertambah.

Ketua DPP Partai Gerindra Setyoko yang didampingi kepala Sekretariat DPP Partai Gerindra Fikrah Auliaurrahman dan sejumlah kader muda Partai Gerindra mengatakan tahun ini DPP Partai Gerindra menyiapkan 20 ekor sapi dan 14 ekor kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

“DPP Partai Gerindra hari ini memaksimalkan pemotongan hewan kurban berjumlah 20 ekor sapi dan 14 kambing. Jadi total 36 hewan yang disiapkan dan 16 ekor hewan kurban sudah didistribusikan di masjid-masjid yang ada di sekitar DPP Partai Gerindra,” ujar Setyoko, dihalaman DPP Partai Gerindra, Kamis (28/1).

Ia menjelaskan kegiatan kurban tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pengabdian sosial partai kepada masyarakat dan berbagi kehormatan di hari idul adha ini.

“Ini adalah rutin setiap Iduladha kami melaksanakan pemotongan hewan kurban,” katanya.

Menurut Setyoko yang juga ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta bahwa jumlah hewan kurban yang dibagikan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya karena tingginya partisipasi kader dan dukungan masyarakat.

“Peningkatannya dari jumlah yang dibagi ya, karena tahun lalu sekitar ada 12 ekor, sekarang ditambah lagi jumlah yang dibagikan karena evaluasi dari kemarin dan alhamdulillah kader-kader juga mempercayakan kami untuk mendistribusikan daging hewan kurban,” ujarnya.

Dari total hewan kurban yang dipotong di DPP Gerindra, panitia menargetkan distribusi hingga 10 ribu paket daging kurban kepada masyarakat di sekitar kantor DPP Partai Gerindra.

“Dari DPP kita menyiapkan targetnya sampai dengan 10 ribu paket. Jadi itu sudah dibagi ke beberapa RT yang berada sekitar Partai Gerindra,” kata Setyoko.

Ia menegaskan kegiatan berbagi kurban tersebut merupakan bentuk keteladanan yang dicontoh langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau instruksi langsung enggak ya, tapi kami meneladani yang dilakukan oleh Pak Prabowo bahwa beliau selalu menyiapkan hewan kurban untuk dibagikan ke masyarakat di sekitar rumahnya,” ujarnya.

Tradisi berbagi hewan kurban juga dilakukan kader Partai Gerindra di berbagai daerah di Indonesia. Setyoko menyebut berdasarkan data sementara, jumlah hewan kurban yang dipotong kader dan anggota legislatif Gerindra di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 5.200 ekor.

“Dan teman-teman kader Partai Gerindra di daerah wilayah masing-masing sampai hari ini kami data se-Indonesia dari yang dilakukan oleh semua kader dan anggota dewan sudah tembus di angka 5.200-an ekor hewan kurban yang terpotong,” katanya.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena data baru berasal dari 19 provinsi. Ia juga mengungkap semangat kebersamaan masyarakat Indonesia dalam momentum Iduladha, termasuk di wilayah mayoritas non-Muslim seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Inilah bahwa bangsa kita bangsa besar. Bahkan untuk wilayah-wilayah mayoritas non-Muslim pun seperti Bali dan NTT juga banyak melakukan pemotongan hewan kurban,” ujarnya.

Setyoko menambahkan, semangat pengabdian sosial menjadi nilai penting yang terus ditanamkan kepada seluruh kader Partai Gerindra.

“Kalau dulu sebelum menjadi kader mungkin kita bermanfaat untuk keluarga dan tetangga-tetangga. Setelah menjadi kader, kita harus bisa bermanfaat untuk masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Ia mengungkapkan banyak kader Gerindra dari berbagai daerah rela tidak pulang kampung demi membantu proses distribusi hewan kurban kepada masyarakat.

“Teman-teman di sini, adik-adik yang tidak dari sini juga asalnya bukan dari Jakarta, ada yang dari Sumut, ada yang dari Riau. Mereka standby di Jakarta, mereka sudah tidak berfokus pada pulang kampung lagi tapi untuk masyarakat luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *