Titiek Soeharto Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani

DPR RI6 Views

Klaten – Ketua Komisi IV DPR RI, Srikandi Partai Gerindra Titiek Soeharto menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan nasional tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kesejahteraan petani.

Menurutnya, petani harus menjadi pihak yang pertama merasakan manfaat dari setiap kebijakan pemerintah karena kesejahteraan mereka merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang kuat dan kedaulatan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto usai memimpin Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI dalam kegiatan Panen Raya Padi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Sebagai kader dari Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, Titiek menilai upaya memperkuat sektor pertanian harus berjalan sejalan dengan visi Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar penting menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri.

“Keberhasilan swasembada pangan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani. Sebab, petani yang sejahtera adalah kunci terwujudnya pertanian yang kuat dan kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Titiek, Rabu 15/6.

Anak buah Prabowo itu menjelaskan, Presiden Republik Indonesia telah menetapkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional. Kebijakan tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat kedaulatan bangsa di tengah tantangan perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, hingga dinamika geopolitik dunia.

Srikandi Partai Gerindra ini menyebutkan bahwa Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten sebagai salah satu lumbung pangan nasional, memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan pembangunan sektor pertanian berlangsung secara berkelanjutan.
Namun demikian, Titiek mengingatkan bahwa sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, hingga meningkatnya biaya produksi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

Oleh sebab itu, ia menilai pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh melalui penyediaan sarana produksi yang memadai, penguatan infrastruktur pertanian, modernisasi alat dan teknologi, serta kebijakan harga yang memberikan kepastian dan keuntungan bagi petani.

“Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru merugikan petani. Petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat dari setiap kebijakan pangan nasional,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Titiek memastikan Komisi IV DPR RI akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk mengawal seluruh kebijakan pertanian agar benar-benar berpihak kepada petani sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, penyalur pupuk bersubsidi, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta BUMN yang telah bekerja sama meningkatkan produksi padi nasional.

Titiek berharap momentum panen raya di Klaten dapat memperkuat semangat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sektor pertanian yang semakin produktif, modern, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Semoga produksi terus meningkat, harga tetap menguntungkan, kesejahteraan petani semakin meningkat, serta pertanian Indonesia semakin jaya dan berdaulat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *