Kang Budi Azhar Senyum dan Kebahagiaan dalam Dialektika Hidup

DPRD6 Views

Sukabumi –  Sabtu 25 April 2026, Ada sebuah refleksi menarik yang ditulis Ketua DPRD Sukabumi, Kang Budi Azhar, di akun resminya: “Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu, tetapi terkadang senyummu bisa menjadi sumber kegembiraanmu.”

Kalimat sederhana ini, bila dikupas dengan disiplin ilmu filsafat, sesungguhnya mengandung dialektika antara sebab dan akibat dalam kehidupan manusia. Dalam perspektif etika Aristotelian, kebahagiaan (eudaimonia) adalah tujuan tertinggi manusia. Senyum bisa dipandang sebagai ekspresi lahiriah dari kebahagiaan batin. Namun, sebagaimana dikatakan Kang Budi, senyum juga mampu menjadi sebab yang melahirkan kebahagiaan baru—sebuah lingkaran timbal balik yang memperkaya kehidupan sosial.

Jika ditarik ke filsafat eksistensialisme, senyum bukan sekadar reaksi, melainkan pilihan sadar manusia untuk memberi makna pada hidupnya. Jean-Paul Sartre menekankan kebebasan individu dalam menentukan sikap. Maka, senyum bisa menjadi tindakan eksistensial: sebuah keputusan untuk menghadirkan cahaya di tengah keterbatasan.

Dalam konteks Sukabumi Mubarokah, pesan Kang Budi seolah mengajak masyarakat untuk menjadikan senyum sebagai energi sosial. Senyum yang lahir dari kegembiraan pribadi akan menular, menciptakan harmoni. Sebaliknya, senyum yang dipilih secara sadar bisa menumbuhkan kegembiraan kolektif, memperkuat kerukunan, dan meneguhkan semangat keberkahan.

Narasi ini bukan sekadar kutipan indah, melainkan ajakan filosofis: bahwa kebahagiaan dan senyum adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Di tangan masyarakat Sukabumi, senyum bisa menjadi budaya sehari-hari, sumber kekuatan, dan simbol daerah yang maju, unggul, berbudaya, serta penuh berkah. Dan perlu diingat, refleksi penuh makna ini lahir dari sosok Kang Budi Azhar, Ketua DPRD Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *